Rabu, 13 Mei 2015

VISUALISASI PRODUKSI TANAMAN BIOFARMAKA MENURUT JENIS TANAMAN

-----------------------------------------------------------------------------------
Memvisualkan Salah Satu Data Statistik yang Terdapat Dalam Buku Statistik Indonesia 2014
  Produksi Tanaman  Biofarmaka Menurut Jenis Tanaman (kg) 2010-2013

        Ada 13 jenis tanaman biofarmaka yang dibudidayakan di indonesia untuk diekspor yaitu : jahe, lengkuas, lempuyang, temulawak, temuireng, kejibeling, dringgo, kapulaga, temukunci, mengkudu, dan sambiloto dengan produksi terbesar dimiliki oleh tanaman jahe.
       
Produksi Tanaman  Biofarmaka Tahun 2010-2013


         Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang dimanfaatkan dalam dunia farmasi untuk dijadikan sebagai obat-obatan. Pada umumnya tanaman biofarmaka digunakan untuk pengobatan tradisional baik berupa jamu atau obat terapi . Saat ini permintaan pasar internasional terhadap tanaman biofarmaka semakin tinggi, hal itu disebabkan oleh kesadaran masyarakat atas kehidupan yang sehat dan alami sehingga mereka mulai meninggalkan obat- obatan kimiawi dan beralih menggunakan tanaman biofarmaka (back to nature).
         Dibawah ini merupakan produksi tanaman biofarmaka pertahun dimulai dari tahun 2010 sampai 2013:


      
Produksi Tanaman  Biofarmaka Tahun 2010


Produksi Tanaman  Biofarmaka Tahun 2011


Produksi Tanaman  Biofarmaka Tahun 2012


Produksi Tanaman  Biofarmaka Tahun 2013

Kesimpulan:
           Melihat pada data statistik produksi tanaman biofarmaka pertumbuhan produksi tiap tahunnya mengalami naik turun. Terdapat tanaman jahe yang merupakan produksi tanaman tertinggi dan tanaman dringo merupakan produksi terendah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar