Minggu, 21 Juni 2015

Does Distance Still Matter? Revisiting the CSCW Fundamentals on Distributed Collaboration

PERNILLE BJØRN, IT University of Copenhagen, University of California, Irvine
MORTEN ESBENSEN, RASMUS ESKILD JENSEN, and STINA MATTHIESEN,
IT University of Copenhagen

ABSTRACT

      Information technology has dynamic changes in the world of education. Now form one colaboration of technology that CSCW (Computer Supported Cooperative Works) which may be applied to a variety of education such as school rankings, including the institution maktab high recitation. This field is always associated with the factors of time and place for the activity that are executed some colaboration.  Designed forms of  technology to support CSCW called Groupware. Among Groupware application is e-mail, bulletin boards, public collection, a collection of conversations, calendars, schedules, and organization of work in which the element - this element may be found in a portal. Portal is able to increase innovation and Productivity of an organization including education organization where he helped communication and colaboration.Creation and pengkongsian knowledge, realizing social - capital among expert community as well as the achievements of upward repository of knowledge. The use of portals in the world of education gave positive implications of the various aspects. Although somehow, these implications can only be achieved if it were used optimally and efficiently.


PENDAHULUAN

       Bidang Pendidikan telah lama diterima sebagai tunggak pembangunan ekonomi karena ini dilihat sebagai perkembangan kepada masyarakat. Dalam konteks pendidikan, teknologi telah membawa perubahan baru dalam suasana pembelajaran. Kedatangan alat baru yang disertai dengan komunikasi yang memberikan tekanan kepada perlunya perubahan radikal dalam dunia pendidikan. Bermula dengan pengajaran mengggunakan papan kapur, hingga menggunakan computer . Kini salah satu wujud teknologi  kolaboratif dalam bidang pendidikan yaitu adalah CSCW (Computer Supported Cooperative Works). CSCW boleh diaplikasikan pada berbagai peringkat pendidikanseperti di Sekolah, Universitas, dll.

CSCW MATRIX

Salah satu bentuk umum konseptualisasi sistem CSCW adalah dengan mengamati konteks dari penggunaan sistem tersebut. Contohnya adalah matriks CSCW, yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1988 oleh Johansen; dan juga muncul pada. Matriks dimaksud membagi konteks sebuah "work" ke dalam dua dimensi yakni waktu dan lokasi. Dimensi waktu dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada waktu yang bersamaan (sinkron), atau berbeda (asinkron). Dimensi lokasi dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada tempat yang sama, atau tempat yang terdistribusi.
Gambar 1.0 Matrix CSCW

TUJUAN CSCW

1.Mempelajari bagaimana orang bekerjasama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi
2.  Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan .

BAGIAN-BAGIAN CSCW

1. Komunikasi face to face
2. Percakapan
3. Komunikasi Berbasis Teks
4. Kerja Kelompok

DESKRIPSI SISTEM

         CSCW (Computer Supported Cooperative Work) adalah penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota group menyadari kehadiran anggota lain pada group atau cara merancang suatu sistem yang digunakan untuk membantu pekerjaan sebagai suatu group dan bagaimana memahami dampak suatu teknologi pada pola pekerjaan mereka. CSCW juga merupakan suatu sistem yang mendukung pekerjaan groupware. Sistem CSCW dibangun untuk memungkinkan interaksi antara user melalui computer sehingga kebutuhan sekian banyak user tersebut harus terpenuhi dalam satu produk . Salah satu contoh system CSCW ini adalah electronic mail (email). Email merupakan sistem CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima email tidak harus membuka surat suratnya pada waktu yang bersamaan dengan terkirimnya surat. Sebaliknya system CSCW asynchronous membutuhkan partisipasi simultan dari user – usernya.


Minggu, 07 Juni 2015

Visibility of System Status - bandung.go.id

Heuristic Visibility of System Status adalah prinsip perancangan interaksi antarmuka dimana sistem harus selalu menginformasikan kepada pengguna mengenai apa yang sedang terjadi, melalui pesan yang baik dan waktu yang sesuai.


Gambar 1. Menu Utama bandung.go.id


Masalah:

1. Pengguna tidak mengetahui halaman yang sedang diakses karena tidak ada informasi/penanda bahwa halaman sedang aktif
Website yang baik akan memberikan informasi kepada pengguna mengenai apa yang sedang dilakukan oleh pengguna. Ketika pengguna membuka bandung.go.id, pengguna akan berada pada halaman utama dari website
2. Tampilan yang membingungkan pengguna
Website yang baik akan menampilkan tampilan yang tidak membingungkan pengguna. Ketika pengguna melihat menu, maka akan muncul tampilan berisi gambar  dan deskrispi dari halaman tersebut. Namun, terdapat beberapa tampilan yang membingungkan pengguna. Misalnya pada tampilan interaksi terdapat menu yang jika dilihat seperti bisa di klik atau memiliki link tetapi setelah dicoba di klik tidakk bisa karena menu tersebut hanya teks saja.

Gambar 2. Menu interaksi bandung.go.id


Solusi:

1. untuk mempertegas keberadaan pengguna, bisa dengan membedakan warna background pada menu-yang pengguna sedang berada disana- agar terlihat jelas keberadaan pengguna.
2. untuk teks jangan diberi background yang berbeda-beda agar tidak terlihat seperti link yang akan pindah ke halaman lain. 


Severity Ratings:
Berdasarkan kesalahan dalam Aesthetic and minimalist design memberikan penilaian sebesar 2 yaitu Permasalahan Minor, prioritas rendah (low priority).

Flexibility and Efficiency of Use - bandung.go.id

Heuristic Flexibility and Efficiency of use adalah prinsip yang mengedepankan bagaimana website tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna, tidak peduli ia pengguna awam ataupun ahli. Hal ini juga berkaitan dengan seberapa efisien penggunaan sistem baik oleh pemilik dan pengguna.


Gambar 1. Menu unduh bandung.go.id


Masalah:

1. Menu Unduh
Di menu ini terdapat list file yang disediakan untuk diunduh, tetapi dihalaman ini hanya ditampilkan file kb tanpa diketahui besar file tersebut. Dan setelah saya coba klik ternyata terdapat pesan error.

Gambar 2. Menu unduh bandung.go.id

2. Penggunaan menu search
Untuk search disini membingungkan pengguna dengan "Mencari Arsip Statistik, Perda, Renstra dan LAKIP Kota Bandung?". Di menu ini terdapat menu search yang jika kita masukkan teksnya tidak muncul apapun atau bisa  dibilang fungsi ini belum dapat dijalankan.

Solusi:

Sebaiknya halaman ini diperbaiki fungsinya agar dapat digunakan oleh pengguna baik search ataupun unduh. kemudian tampilan unduh ditata agar memudahkan user dalam mengunduh atau menggunakan menu tersebut. 

Severity Ratings:
Berdasarkan kesalahan dalam Aesthetic and minimalist design memberikan penilaian sebesar 3 yaitu Masalah Usability yang utama, penting untuk dilakukan perbaikan, sehingga harus diberikan prioritas tinggi.

Aesthetic and minimalist design - bandung.go.id

Suatu desain yang minimalis dapat membuat pengguna fokus terhadap informasi utama tanpa harus bingung dengan informasi lain yang tidak relevan. Untuk web bandung.go.id tampilannya sudah baik, namun ada beberapa hal yang perlu dibahas :
                                                             Gambar 1. Tampilan utama bandung.go.id  

Masalah:

1. Pemilihan warna
Kombinasi warna warni dengan teks putih membuat user nyaman untuk melihat web ini, tetapi untuk website pemerintahan sepertinya tema seperti ini kurang cocok digunakan.
2. Penggunaan menu dan sub menu
Untuk kategori yang banyak, penggunaan big menu sangat efektif sehingga user lebih leluasa untuk memilih kategori pada halaman yang sama. Tetapi apabila terdapat kategori pada menu dan tidak semua fungsinya dapat digunakan membuat pengguna bingugng menggunakannya.

Solusi:

Sebaiknya kombinasi warna jangan terlalu banyak agar haaman web tidak terlihat terlalu ramai, dan sebaiknya sedikit warna agar web itu mempunyai warna dasar yang sesuai seperti warna biru yang identik dengan kota bandung.

Severity Ratings:
Berdasarkan kesalahan dalam Aesthetic and minimalist design memberikan penilaian sebesar 2 yaitu Minor usability problem. Perlu diperbaiki dengan prioritas rendah.